Terima Peserta Kamisan, Jokowi Disebut Lebih Banyak Mendengar

Juru Bicara Presiden Johan Budi menyatakan dalam pertemuan dengan peserta aksi Kamisan, Presiden RI Jokowi lebih banyak ingin mendengarkan.

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden RI Joko Widodo akhirnya menerima keluarga korban pelanggaran hak aksi manusia (HAM) yang kerap melakukan aksi saban Kamis di seberang istana. Aksi yang kemudian dikenal dengan sebutan Kamisan itu dilakukan para keluarga korban dan aktivis sejak 18 Januari 2007.

“Pertemuan ini lebih banyak Presiden ingin mendengarkan dulu. Pertemuan singkat tidak bisa dijelaskan secara detail,” kata Juru Bicara Presiden, Johan Budi usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (31/5).

Pertemuan Jokowi bersama keluarga korban pelanggaran HAM berlangsung sekitar 45 menit dan tertutup. Johan mengatakan Menkopolhukam Wiranto dan Jaksa Agung Prasetyo tak ada dalam pertemuan tersebut.

 

Johan mengatakan dalam pertemuan sore itu presiden hanya didampingi dirinya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, dan Staf Khusus Adita Irawati.

Dalam pertemuan tadi, kata Johan, keluarga korban memberikan sejumlah berkas penyelidikan Komnas HAM yang hingga saat ini proses hukumnya belum berlanjut. Atas itu semua, Jokowi pun meminta waktu kepada keluarga korban untuk mempelajari berkas serta temuan-temuan Komnas HAM yang diterima hari ini.

 

Di sisi lain, Presiden menginstruksikan KSP Moeldoko menjembatani lebih lanjut komunikasi pemerintah bersama keluarga korban pelanggaran HAM.

“Disampaikan juga ke Pak Moeldoko kalau ingin menanyakan hari per hari perkembangan bisa ke Pak Moeldoko,” tuturnya.

Tetapi, ia membantah tugas penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dilimpahkan ke mantan Panglima TNI itu.

“Bukan. Perkembangan tanya ke Pak Moeldoko, yang menangani ini Jaksa Agung dan Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan Komnas HAM.,” ucap mantan juru bicara KPK ini.

Lihat juga:Jokowi Temui Peserta Aksi Kamisan
Sebelumnya, usai pertemuan salah satu keluarga korban HAM, Maria Catarina Sumarsih mengatakan Jokowi meminta mereka mendekati Moeldoko untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut penuntasan kasus-kasus tersebut.

“Bapak Presiden meminta kami mengejar-ngejar Bapak Moeldoko seandainya Bapak Presiden memberikan pengakuan terjadinya pelanggaran,” ujar Sumarsih di Kompleks Istana Kepresidenan usai pertemuan.

Sumarsih adalah ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan, mahasiswa Universitas Realino Norma Irawan yang tewas akibat terjangan peluru pada Tragedi Semanggi I pada 1998 silam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*