Pengin Mahar Rp 600 Juta Kayak Jessica Mila, Cek Dompet Dulu!

Jessica Mila dalam acara Mangadati.

Jessica Mila dan Yakup Hasibuan akhirnya resmi menjadi pasangan suami-istri usai mengucap janji suci di Gereja HKBP Rawamangun, Jakarta Timur, pada 5 Mei 2023m

Seperti diberitakan InsertLive, dua hari setelah pernikahan Jessica dan Yakup, muncul kabar yang menyebutkan kalau uang sinamot atau mahar yang diberikan Yakup tembus Rp 600 juta.

Petty Hasibuan, kakak Yakup, langsung memberikan tanggapan. Petty menjelaskan kembali bahwa urusan sinamot merupakan urusan internal, dan jumlahnya tentu hanya keluarga yang tahu.

Dilansir dari berbagai sumber, Sinamot ternyata berasal dari tiga suku kata. Si merupakan kata penunjuk, Na adalah “yang” dan Mot berarti “bernilai tetap.” Oleh karena itu sinamot bisa diartikan sebagai benda bernilai tetap.

Bentuk sinamot bisa beragam, namun pastinya sinamot adalah harta benda yang nilainya tetap dan bisa diberikan. Adapun besarannya adalah sesuai dengan kesepakatan antara pihak penerima boru dan pemberi boru.

Meski demikian, dilansir dari Finansialku, jumlah sinamot tidaklah sedikit. Besarannya akan dipengaruhi oleh:

  1. Tingkat pendidikan mempelai wanita
  2. Pekerjaan mempelai wanita saat ini
  3. Jarak tempat tinggal antara wanita dan pria
  4. Status dalam silsilah keluarga
  5. Status sosial keluarga
  6. Reputasi atau citra mempelai wanita di masyarakat
  7. Status rupa atau kecantikan

Makin baik nilai mempelai dari aspek yang disebutkan maka makin tinggi sinamotnya.

Pastinya, sinamot bukan satu-satunya pengeluaran yang harus dibayarkan dalam pernikahan adat Batak. Masih ada cincin, sewa gedung, dekorasi, catering, dan lain sebagainya.

Wajarkah menghabiskan banyak uang untuk pernikahan?

Menilai wajar atau tidaknya mahar yang nilainya setara rumah, maka hal itu tentu bergantung dari kemampuan finansial orang yang bersangkutan.

Untuk pesta yang hanya berlangsung beberapa jam saja, tentu tidak bijak bagi seseorang untuk membiarkan uang tabungan tentunya bisa langsung ludes.

Semahal apapun selebrasi pernikahan, hal terpenting dari pernikahan ada pada kehidupan pasca pesta. Seseorang akan masuk dalam fase hidup baru yang tentunya dihadapkan dengan tantangan finansial baru.

Mereka yang dulu bisa hidup hemat, kini ditantang untuk bisa menghidupi sekaligus membahagiakan keluarga.

Hal itu tentu berdampak pada peningkatan pengeluaran yang tidak sedikit, ada rencana liburan keluarga, rencana beli rumah, rencana biaya pendidikan anak, dan lainnya.

Meski ada keinginan untuk menikah sederhana demi menjaga keuangan di masa depan, tuntutan keluarga bisa saja memaksa seseorang mengurungkan niat tersebut.

Untuk mengantisipasi besarnya pengeluaran dalam membiayai pernikahan, segala bentuk pengeluaran ini sebaiknya dipersiapkan jauh-jauh hari sesuai dengan kemampuan finansial.

Anda bisa mulai mengalokasikan uang untuk tabungan pernikahan setiap bulannya dari 10% penghasilan.

Semakin panjang jangka waktu untuk mempersiapkan dana pernikahan, maka semakin ringan prosesnya. Begitu pun sebaliknya, semakin pendek tenggat waktu Anda maka semakin besar dana yang harus disisihkan setiap bulannya.

Bukan cuma urusan pernikahan. Urusan lain seperti biaya persiapan kelahiran anam pendidikan anak, dan lainnya juga sebaiknya disiapkan jauh-jauh hari di saat Anda masih produktif dalam bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*