2 Menteri Jokowi Rapat Soal MRT Balaraja-Cikarang, Aturan Segera Rilis

2 Menteri Jokowi Rapat Soal MRT Balaraja-Cikarang, Aturan Segera Rilis

Presien Jokowi kunjungi pryek stasiun MRT Monas. (Facebook/ Presiden Joko Widodo)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Proyek Strategis Nasional untuk Mass Rapid Transit (MRT) East-West Phase I Stage I di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, pada Selasa (16/1/2024). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut hadir dalam rapat tersebut.

Airlangga mengatakan https://lahankasterbaik.quest/ proyek MRT ini akan dibangun melewati sejumlah daerah. Menurut dia, rencana pembangunan proyek ini sudah cukup matang, ditandai dengan adanya investor, serta pihak yang menjadi pengelola proyek tersebut.

“Dan ini masalahnya infrastruktur, jadi dalam konteks Proyek Strategis Nasional sudah biasa lintas wilayah, lintas daerah. Yang penting kan investornya ada, pengelola proyeknya ada, nanti operasionalnya juga jelas. Kepemilikan dari MRT operation juga jelas. PT MRT nya juga jelas,” kata Airlangga dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Rabu (17/1/2024).

Sebagaimana diketahui, proyek MRT East-West akan dibangun dalam dua fase. Fase pertama meliputi Kembangan-Medan Satria sepanjang 39,3 kilometer. Sementara fase kedua sepanjang 50,4 kilometer dari Balaraja-Kembangan hingga Medan Satria-Cikarang.

Proyek ini akan didukung pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Penandatanganan Minutes of Discussion Phase 1 Stage 1 antara JICA, Kementerian Perhubungan, Bappenas, Pemprov DKI, dan MRTJ telah dilakukan pada November 2023. JICA akan menggelontorkan dana US$ 3 miliar untuk proyek ini.

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga sudah menandatangani pledge Pembangunan MRT Jalur Timur-Barat pada 16 Desember 2023.

Airlangga meyakini proyek MRT ini merupakan langkah maju dalam mengembangkan sistem transportasi massal di DKI Jakarta dan sekitarnya. Keberadaan MRT diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi, Airlangga akan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) terkait penyelenggaraan MRT East West, sebagai dasar Loan Negotiation dan Loan Signing pada Maret 2024 nanti. Airlangga berkomitmen akan terus mengawal dan memastikan kelancaran pembangunan proyek tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam rapat juga mendukung pembangunan proyek MRT East-West. Kementerian Perhubungan akan bertindak sebagai executing agency, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai implementing agency, dan PT MRT Jakarta sebagai sub implementing agency. Pemerintah telah bersepakat pembiayaan proyek MRT East-West akan dilakukan dengan proporsi pinjaman, yaitu 49% on-granting dan 51% on-lending.

Pemerintah DKI Jakarta juga telah berkomitmen untuk melakukan pengadaan tanah di wilayah Jakarta. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah lainnya yang terlibat akan berkomitmen memastikan pengadaan tanah, pelaksanaan, dan pengoperasian MRT East-West.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*