Shopee Naikkan Gaji Usai PHK, Karyawan Bilang Receh!

Ilustrasi Shopee. (REUTERS/EDGAR SU)o

Perusahaan induk Shopee, Sea Ltd., baru saja berulang tahun ke-14 pada Selasa (8/5) kemarin. Bersamaan dengan itu, CEO Sea Group, Forrest Li, mengumumkan kenaikkan gaji untuk karyawan sebesar 5 persen.

Kabar gembira itu disampaikan melalui memo internal untuk karyawan. CNBC berbicara dengan salah satu karyawan yang enggan disebutkan identitasnya.

“Iya, benar naik per Juli nanti,” ujar dia lewat pesan singkat, Selasa (9/5).

Kebijakan ini membawa angin segar setelah Shopee mengumumkan PHK beruntun sejak beberapa bulan terakhir. Meski begitu, ia merasa kenaikan gaji 5% terhitung ‘receh’ dibandingkan beban kerja yang harus ditanggung pasca banyak teman satu tim dipangkas.

“Meningkat 5% aja, hahaha,” ujarnya.

Sementara itu, karyawan Shopee lainnya menilai kenaikan gaji tersebut membuatnya lega. Pasalnya, banyak startup lain yang masih tergopoh-gopoh untuk mempertahankan bisnis mereka.

“Cukup bikin lega karena artinya Sea Group/Shopee masih bisa bertahan di tengah banyaknya info perusahaan teknologi yang masih goyang,” ia menuturkan.

Ia mengakui beberapa bulan terakhir banyak benefit karyawan yang dipangkas. Misalnya tunjangan potongan transportasi dan makan siang gratis di kantor.

Kendati begitu, ia tetap bersyukur. Dalam hal beban kerja, karyawan yang sudah bekerja sekitar 2 tahun di Shopee tersebut mengaku masih terbilang normal.

“Sejujurnya beban kerja setelah PHK tidak terlalu berdampak ke scope of work saya, jadi masih bersyukur ada kenaikan gaji di tengah tahun ini,” ia menuturkan.

Forrest Li menyatakan kebijakan kenaikan gaji massal ini diambil setelah perusahaan mencapai titik “kemandirian” yang ditandai dengan kas yang terus menggelembung setiap kuartal, titik yang sukses diraih lebih awal dari target.

Pada Maret, Sea mengumumkan laba pertamanya dalam 14 tahun sejak berdiri. Pada kuartal I/2023, Sea membukukan laba bersih US$ 422,8 juta (Rp 6,5 triliun) sepanjang kuartal IV/2022. Pada periode yang sama tahun lalu, Sea melaporkan rugi US$ 616,3 juta.

Keberhasilan induk usaha Shopee dan Garena tersebut adalah pemangkasan biaya penjualan dan pemasaran sebesar US$ 746 juta. Biaya penunjang pendapatan juga menyusut US$ 157 juta.

Diketahui, Shopee sejauh ini sudah 3 kali melakukan PHK di Indonesia. Pertama kali pada September 2022 dengan jumlah terdampak sebanyak 3% dari total 6.000 karyawan.

Hanya berselang 2 bulan, Shopee kembali memangkas karyawan pada November 2022. Jumlahnya tidak diketahui pasti, namun divisi yang kena mayoritas dari Sumber Daya Manusia (SDM) serta pembelajaran dan pengembangan.

Sebelum 2 gelombang PHK tersebut, pemangkasan sudah lebih dulu dilakukan untuk unit pesan-antar makanan ShopeeFood pada Juni 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*