Google Mulai Ditinggal, Gen Z Punya Cara Baru Cari Informasi

FILE PHOTO: A logo is pictured at Google's European Engineering Center in Zurich, Switzerland July 19,  2018   REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo

Zaman telah berubah, Google tak lagi jadi pilihan utama mencari informasi. Para anak muda lahir tahun 1995-2010 yang masuk dalam gen Z disebut mencarinya melalui Tiktok.

Laporan dari firma riset Morning Consult menyebutkan adanya pertumbuhan signifikan pada Tiktok. Meski angkanya belum terlalu besar dibandingkan Google, namun Tiktok bukan platform mesin pencarian.

Hingga Februari 2023, 14% gen Z mengaku mencari informasi melalui Tiktok. Pengguna Google pada anak muda tercatat mencapai 39%.

Untuk rentang umur lain, yakni i baby boomers (1946-1964), Gen X (1965-1976), dan milenial (1977-1994), masih menjadikan Google sebagai tempatnya mencari informasi.

Google bukan tidak tahu ancaman tersebut. Dalam riset internal Google juga terlihat 40% gen Z mencari informasi dari Tiktok dibandingkan Google Search. Kebanyakan dari mereka mencari informasi terkait rencana liburan, produk skincare, restoran, tempat nongkrong, hingga makanan.

Setengah dari obyek penelitian juga memiliki menggunakan Tiktok dan media sosial Instagram dibandingkan produk Google yakni Search dan Maps.

Salah satu anak muda yang menggunakan Tiktok, Anne-Christine (21) menjelaskan generasinya suka melihat informasi dengan format visual. Anak muda lainnya Talia Magee (24) mengatakan informasi di Tiktok lebih mudah dicari.

Tiktok juga punya fitur ‘predictive text’, dengan begit pengguna tidak perlu mengetik lengkap. Sebab nanti akan dibantu algoritma untuk memberikan rekomendasi.

“Saya dan teman-teman lainnya yang seumuran lebih gampang belajar dan memahami sesuatu dari visual. Dengan TikTok, sangat cepat dan gampang mencari informasi yang saya minati lewat video.” jelas Magee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*